website humas kabupaten wonogiri

“SUKSES PETANINE”

 

Angkat Derajat Kesejahteraan Petani

Pertanian merupakan satu kekuatan ekonomi yang menjadi mata pencaharian sebagian besar penduduk Wonogiri. Data menunjukkan lahan sawah di Kabupaten Wonogiri seluas kurang lebih 32.569 ha yang terdiri dari lahan irigasi seluas 22.211 ha sedangkan lahan non irigasi seluas 10.358 ha. Sedangkan luas lahan tegal secara keseluruhan mencapai 88.638 ha. Dari luas lahan tersebut, sebagian besar lahan pertanian merupakan lahan tadah hujan sehingga hanya bisa panen padi sekali dalam setahun.

Permasalahan dalam bidang pertanian sangat kompleks, dari faktor cuaca yang tidak menentu, ketersediaan sarana dan prasarana pengairan, kurangnya penerapan teknologi dan peralatan tepat guna hingga kelangkaan sarana produksi pertanian utamanya pupuk dan bibit tanaman.

Untuk membantu meningkatkan derajat petani, dibutuhkan satu komitmen yang mampu mengatasi persoalan pertanian. Oleh karena itu, Bupati Wonogiri Joko Sutopo bersama Wakil Bupati Wonogiri Edy Santosa menempatkan pertanian, satu dari lima prioritas Panca Programnya.

Satu kebijakan mendasar terkait dalam bidang pertanian adalah kebijakan distribusi pupuk bersubsidi. Selama ini kelangkaan pupuk bersubsidi masih kerap menjadi momok bagi petani kecil di wilayah pinggiran. Ketersediaan pupuk bagi petani sedikit banyak dipengaruhi oleh sistem distribusi yang kurang berpihak kepada petani.

Untuk mengurai permasalahan ini, Bupati Wonogiri Joko Sutopo melakukan satu kebijakan dengan mengajak seluruh stakeholder terkait, mulai dari produsen, distributor, agen, dan pengecer untuk duduk bersama. Petani tebu, petani tembakau, petani cengkih, petani coklat, nelayan, peternak dan lainnya telah diajak berdiskusi panjang lebar apa yang menjadi keluhan, kendala dan hambatan dalam mengembangkan usaha pertaniannya. Dari hasil diskusi inilah Bupati Wonogiri Joko Sutopo mencoba menyerap dan akan menterjemahkannya ke dalam kebijakan-kebijakan dalam bidang pertanian. Berdasarkan satu kesepakatan dan kesepahaman inilah, permasalahan kelangkaan pupuk mulai terurai dan teratasi.

Tidak hanya berhenti pada distribusi pupuk, Bupati Wonogiri Joko Sutopo juga konsisten terhadap pemenuhan alat-alat teknologi tepat guna bagi petani. Bantuan traktor, alat semprot, mesin tanam padi, mesin panen padi, pompa air, hingga alat penunjang lainnya telah diberikan kepada Gapoktan Se-Kabupaten Wonogiri. Pada tahun 2016, pemenuhan alat – alat teknologi tepat guna yang mendukung produksi pertanian, perkebunan, perternakan, dan perikanan, serta peningkatan sarana dan pemasaran hasil pertanian dengan realisasi anggaran Rp. 11 milyar. Sedangkan pada tahun 2017, anggaran dalam bidang pertanian meningkat menjadi Rp. 14 milyar dan dari APBN senilai Rp. 5 milyar.