oleh

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Wonogiri – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM), baik darurat maupun level empat, terbukti membawa dampak positif bagi Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah (Jateng).

Keterisian tempat isolasi atau bed occupancy rate  (BOR) di kabupaten tersebut turun drastis setelah PPKM darurat dan PPKM level diterapkan. Hal ini disampaikan Bupati Wonogiri Joko Sutopo dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Minggu (1/8/2021).

Lebih lanjut, ia mengatakan, penurunan BOR selama penerapan PPKM dikarenakan adanya keterlibatan pemerintah dalam mengedukasi masyarakat.

“Ada ruang yang cukup strategis untuk pemerintah memberikan ruang satu edukasi kepada publik. Kondisi itu berdampak pada penurunan BOR semasa pemberlakuan PPKM, baik darurat maupun level empat,” kata Jekek, sapaan akrab Joko.

Sebelum diberlakukan PPKM, ia mengungkapkan, BOR rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Kabupaten Wonogiri acap kali hampir penuh. Namun, saat ini, BOR sudah turun menjadi 67 persen. Dari 393 tempat isolasi yang tersedia, baru terisi 267 orang.

Dalam mengoptimalkan pelaksanaan PPKM level empat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri memasifkan sosialisasi protokol kesehatan (prokes) 5M kepada masyarakat.

Adapun prokes tersebut meliputi mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kabupaten Wonogiri, Jekek mengatakan bahwa Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 setempat telah meningkatkan tracing, tracking, dan treatment (3T).

 “Kami juga mendorong percepatan vaksinasi Covid-19 kepada warga agar segera terbentuk kekebalan komunal,” ujar Jekek.

Ia menambahkan, secara umum, pelaksanaan PPKM yang akan berakhir pada Senin (2/8/2021) itu berlangsung baik dan lancar di Kabupaten Wonogiri.

Tekan angka kematian

Selama pelaksanaan PPKM, Pemkab Wonogiri terus berupaya menekan angka kematian warga akibat Covid-19. Caranya dengan melakukan pendampingan bagi warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) lantaran terinfeksi virus SARS-CoV-2.

“Kami memberikan pendampingan karena angka kematian di sini naik. Selain itu, sesuai instruksi dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves), semuanya harus ditarik untuk dilakukan isolasi terpusat,” jelas Jekek.

Terkait pendampingan, Pemkab Wonogiri mempersiapkan lokasi isolasi terpusat dan isolasi terpadu. Untuk isolasi terpusat, pemkab menggunakan Gedung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang berada di Kota Wonogiri.

Sementara, isolasi terpadu disiapkan camat dan kepala desa. Keduanya akan menyediakan sarana dan prasarana di wilayah Wonogiri untuk dijadikan tempat isolasi. (Admin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama