oleh

TERCEPAT DALAM PENDATAAN SDGs BUPATI WONOGIRI BAGI TIPS

WONOGIRI_Bupati Wonogiri Joko Sutopo membagikan tips sehingga Wonogiri tercepat dalam penyelesaian pendataan desa berbasis SDGS.  Hak tersebut disampaikan dalam penerimaan Penghargaan Utama dari Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Drs. Abdul Halim Iskandar, M.Pd, Rabu( 16/6) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri.

Bupati mengatakan  cepatnya Wonogiri dalam pendataan desa berbasis SDGs karena ada  kolaborasi peran, tanggung jawab, informasi dan improvisasi. Pemkab juga melibatkan  Imapres, pendamping, pemerintah desa untuk berkontribusi dalam kegiatan tersebut.

“Kecepatan penyelesaian pendataan desa berbasis SDGs kami  tidak berdiri sendiri. Ada kolobarasi peran, tanggung jawab, informasi dan improvisasi. Termasuk keterlibatan Ikatan Mahasiswa Berprestasi (Imapres) di Kabupaten Wonogiri juga memiliki kontribusi yang sangat luar biasa,” katanya.

Tak hanya itu, cepatnya penyelesaian pendataan terjadi karena  kesadaran kolektif bahwa pencapaian dengan membangun data itu mahal tetapi membangun tanpa data jauh lebih mahal.

Hal tersebut menjadi landasan ada kolaborasi yang baik pada  SDM sehingga melahirkan kinerja yang berbuah prestasi.

“Kita langsung berkoordinasi dengan seluruh elemen dan instrumen yang ada. Praktis dua hingga tiga minggu sudah terselesaikan semuanya,” tegas Bupati Joko Sutopo.

Menurut Bupati Joko Sutopo, selesainya pendataan desa berbasis SDGs memberikan harapan pemanfaatan dana desa sebesar Rp 224 M di Kabupaten Wonogiri akan tepat sasaran. Selain itu pemanfaat dana desa tidak lagi sesuai keinginan namun berbasis pada skala prioritas yang ada.

“Kemanfaatan data ini nanti bisa kita kolaborasikan kepentingan makro. Semisal ada kebutuhan stunting, kebutuhan rumah tidak layak huni hingga proses jambanisasi. Maka basis data SDGs ini akan menjadi penguatan bagi kami,”ungkapnya .

Bupati Wonogiri juga menambahkan bahwa proses pengambilan data berbasis SDGs dari, oleh dan untuk desa. Sehingga kepentingan desa yang disajikan atas kesadaran, dan menjadi panduan pemerintah untuk mengimprovisasi serta mengoptimalisasi program pembangunan. (lipsusprokopim)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama