oleh

Layani Adminduk Hingga 294 Desa-Kelurahan, Bupati Wonogiri Dihadiahi Mesin ADM oleh Kemendagri

Wonogiri – Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Prof. Zudan Arif Fakrullah (ZAF) sangat mengapresiasi aplikasi Telunjuk Sakti dari Dinas Dukcapil Kabupaten Wonogiri.

Dengan Telunjuk Sakti (Sistem Administrasi Kependudukan berbasis Teknologi Informasi) masyarakat Wonogiri cukup menyentuhkan jari telunjuk mereka untuk mendapatkan pelayanan adminduk secara mudah dan cepat melalui gawai berbasis android.

“Ditjen Dukcapil sangat mengapresiasi dan ingin melihat secara langsung contoh baik ini. Telunjuk Sakti memberikan kemudahan dalam pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk). Sehingga masyarakat dari yang paling ujung Wonogiri bisa mendapatkan layanan Adminduk secara mudah mencakup 294 desa/kelurahan. Inilah layanan adminduk dengan cakupan terbesar di seluruh Indonesia,” kata Dirjen ZAF saat melakukan kunjungan didampingi Wakil Bupati Wonogiri Setyo Sukarno ke Disdukcapil yang dipimpin oleh Kadis Sungkono, Senin (24/5/2021).

ZAF menyatakan, sengaja mengunjungi Desa Sendang, Wonogiri untuk mendapatkan cerita yang benar bahwa layanan Adminduk bisa dirasakan masyarakat sampai ke tingkat desa. “Layanan dokumen kependudukan seperti kartu keluarga, akta kelahiran, akta kematian, surat pindah hingga kartu identitas anak dan lainnya bisa ditunggu 30 menit sampai 1 jam selesai. Ini sangat bagus sekali, di tingkat desa lho. Kalau tingkat Dinas Dukcapil itu sudah biasa,” kata ZAF.

Atas kinerja terbaik tersebut, Dirjen ZAF atas nama Menteri Dalam Negeri memberikan hadiah berupa mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM).

“Saya sangat mengapresiasi Bupati Wonogiri Bapak Joko Sutopo, Pak Wakil Bupati Setyo Sukarno serta Pak Kadis termasuk Pak Camat, Pak Kades serta semua jajaran perangkat desa atas kinerja cemerlang ini. Mereka sangat kompak dan ini contoh yang sangat baik. Untuk itu saya atas nama Pak Mendagri memberikan satu hadiah berupa mesin ADM. Nanti mesin ADM kita kirim dari pusat sehingga masyarakat bisa mencetak dokumen langsung dari situ,” kata ZAF.

Pemerintahan itu, sambung ZAF, adalah satu dari pusat hingga ke daerah-daerah di tingkat desa.

“Istilahnya ‘nyawiji’ atau bersatu untuk melayani dan membahagiakan masyarakat. Kami menyaksikan bahwa cerita tentang Telunjuk Sakti yang bisa online pelayanannya dari tingkat kabupaten hingga ke desa-desa itu benar dan nyata adanya. Mudah-mudahan bisa dicontoh minimal oleh seluruh desa dan kelurahan di Jawa Tengah dan dikembangkan hingga ke seluruh Indonesia. Ini butuh upaya besar,” kata Dirjen ZAF. Dukcapil/Admin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama