oleh

855.663 Warga di Wonogiri Ditargetkan Terima Vaksinasi Dosis Pertama pada Oktober

Wonogiri-Bupati Wonogiri, Joko Sutopo menargetkan 855.663 warga sudah mendapatkan vaskinasi dosis pertama pada bulan Oktober 2021.

Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri mendapatkan tambahan 336.000 dosis vaksin dari pemerintah pusat.

“Kabupaten Wonogiri mendapatkan tambahan stok vaksin covid-19 sebanyak 336.000 dosis. Dari akumulasi ini, kita pastikan tiga minggu ke depan kita sudah menyentuh 855.000 orang. Dengan tambahan itu maka seluruh target selesai (divaksin) untuk dosis pertama,” ujar pria yang akrab disapa Jekek, Senin (27/9/2021).

Jekek mengatakan, saat ini jumlah warga yang tervaksinasi sebanyak 55 persen.

Dengan tambahan 336.000 dosis, diperkirakan target vaksinasi mencapai 100 persen dalam tiga minggu ke depan.

Agar percepatan vaksinasi maksimal, Jekek merubah strategi vaksinasinya.

Ia tak lagi menggunakan metode klaster atau memilih sasaran berdasarkan jenis pekerjaan atau golongan umur.

Namun, Jekek memilih menargetkan capaian minimal per harinya di masing-masing kecamatan.

Target sasarannya pun bebas asalkan warga yang divaksin berumur 12 tahun ke atas.

Untuk satu kecamatan, Jekek menargetkan minimal dalam satu hari mendapatkan 600 orang.

Total kecamatan yang berada di Kabupaten Wonogiri sebanyak 25 kecamatan.

Dengan demikian, dalam sehari target minimal vaksinasi di Kabupaten Wonogiri sebanyak 15.000 orang.

Jekek menambahkan, titik pusat pelaksanaan vaksinasi berlangsung di masing-masing kantor kecamatan bukan di masing-masing puskesmas.

“Kalau diselenggarakan di puskemas maka ruang tunggu, parkir dan fasilitas lainnya akan menimbulkan kerumunan. Maka kami tidak memilih puskesmas untuk pelaksanaan vaksinasi karena infrastruktur pendukungnya tidak memenuhi standar operasional minimal. Kalau yang hadir 600 di puskesmas maka bisa jadi klaster puskesmas malahan,” jelas Jekek.

Ia memiliki kantor kecamatan sebagai lokasi vaksinasi karena sarana dan prasarana yang mumpuni.

Dirinya tidak akan menambah titik pelaksanaan vaksinasi di lain tempat lantaran keterbatasan jumlah vaksinator.

Begitu pula dengan opsi door to door akan semakin sulit mengingat topografi Kabupaten Wonogiri yang bergunung-gunung.

“Kalau di wilayah perkotaan bisa dilakukan (door to door),” kata Jekek

(admin/sumber: Kompas.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama